Wednesday, February 06, 2008

SATU JUTA SAMPAH KANTONG PLASTIK PER MENIT

Jurnal Nasional, 04-02-2008, Ant
Foto: http://globalplasticrecyclers.com/ Mountains of Plastic Waste

Sementara itu beberapa tokoh peduli lingkungan ikut mendukung acara ini seperti Sobirin (DPKLTS), Dewi Lestari atau Dewi RSD. Menurut Sobirin, gerakan anti kantong plastik harus dilakukan menyusul tingginya penggunaan kantong plastik tanpa ada solusi pengolahan sampahnya.



Bandung, Senin, 04 Feb 2008 16:16:33 WIB
Data terakhir menyebutkan, jumlah sampah kantong plastik di seluruh dunia saat ini mencapai 500 juta hingga satu milyar kantong plastik. Artinya, warga dunia menghasilkan satu juta sampah kantong plastik setiap menit.

Hal itu diungkapkan kata Ketua Panitia "Anti Plastic Bag Campaign 2008” atau Kampanye Anti Kantong Plastik, Cinta Azwirdatari. Kampanye Anti Kantong Plastik adalah kegiatan yang digelar Fakultas Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di masyarakat.

Kegiatan kampanye yang digelar 5-9 Februari 2008 itu selain melibatkan para mahasiswa ITB, juga menyertakan berbagai elemen masyarakat, seperti lembada swadaya masyarakat. “Reduksi kantong plstik menjadi fokusnya karena dianggap sebagai salah satu bentuk kepedulian yang paling sederhana dan aplikatif di masyarakat," kata Cinta di Bandung, Senin (4/2).

Menurutnya, untuk terdekomposisi secara sempurna, plastik membutuhkan waktu sekitar 500 tahun. Dalam kampanye anti kantong sampah itu, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB akan menggelar rangkaian acara untuk mengedukasi seluruh unsur masyarakat, tentang bahaya penggunaan kantong plastik secara berlebihan.

Sasaran kampanye anti kantong plastik itu, kata dia, para kawula muda usia 16-25 tahun disamping masyarakat umum. "Diharapkan kampanye anti kantong plastik ini akan menciptakan trend kesadaran bersikap peduli lingkungan di seluruh Indonesia," kata Cinta.

Sementara itu beberapa tokoh peduli lingkungan ikut mendukung acara itu seperti Sobirin dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) serta Dewi Lestari atau Dewi RSD. Menurut Sobirin, gerakan anti kantong plastik itu harus dilakukan menyusul tingginya angka penggunaan kantong plastik di masyarakat tanpa ada solusi pengolahan sampahnya. (Ant)

No comments: